Minggu, 13 Juni 2021

Hidrosfer

Hidrosfer




 1. Siklus Air Pendek Siklus ini merupakan yang paling pendek, nih. Jadi dalam siklus ini, air di laut mengalami evaporasi atau penguapan. Evaporasi di sini adalah proses menguapnya air dari laut, danau, sungai, atau permukaan air lain yang ada di bumi.Kunci utama dari evaporasi ini adalah panas matahari ya, gais. Kemudian, uap air tadi mengalami kondensasi dan berubah menjadi awan. Kondensasi adalah berubahnya wujud uap air menjadi titik-titik air, hingga akhirnya terbentuk menjadi awan. Setelah menjadi awan ini, akhirnya terjadi deh presipitasi. Nah, presipitasi ini kita kenal juga namanya sebagai hujan 



2. Siklus Air Sedang kalo di siklus air sedang, hujannya gak terjadi di laut ya gais, tapi terjadi di darat. Awalnya sama, air mengalami evaporasi, terkondensasi menjadi awan, dan akhirnya turun hujan. Bedanya sama siklus air pendek, kali ini hujannya turun di darat nih, gais. Jadi, ketika sudah mengalami kondensasi, awan bisa juga mengalami adveksi. Adveksi adalah bergeraknya awan menuju tempat lain karena bantuan angin. 



3. Siklus Air Panjang Yang terakhir sesuai namanya, gais. Jadi, siklus ini merupakan siklus air yang paling panjang prosesnya. Awalnya sama, air mengalami evaporasi dan kondensasi. Tapi kali ini, hujannya bukan hujan biasa nih gais, melainkan hujan es! Ini karena awan yang ada di atmosfer bergerak ke tempat yang relatif lebih dingin, atau kondisi suhu udara di atmosfer saat itu sedang rendah. Nanti setelah musim semi, baru deh salju atau esnya mencair, mengalir di permukaan bumi, dan akhirnya sampai ke laut buat mengulang kembali siklusnya. Karena prosesnya yang panjang ini deh siklusnya dinamakan siklus panjang. Ngomongin es, dalam siklus panjang ini kamu bisa juga menjumpai proses sublimasi loh. Sublimasi adalah perubahan wujud padat menjadi gas, dalam hal ini adalah es yang menguap kembali menjadi uap air. Jadi, uap air yang ada di atmosfer bukan cuma dari air aja ya gais, bisa juga nih dari air yang versi padatnya, yaitu es.



1. Perikanan Perikanan merupakan potensi pertama yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Dimana persebaran sumber daya laut perikanan merupakan yang terbesar karena Indonesia terdiri dari 2/3 lautan. Selain itu, karena terhubung dengan dua samudera besar menyebabkan persebaran ikan di Indonesia sangatlah beragam baik yang bisa dikonsumsi, tidak bisa dikonsumsi sampai yang berpotensi untuk menjadi ikan hias. Laut Indonesia sendiri menyumbangkan ikan sebesar 6,4 juta ton per tahun yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Mulai dari ikan laut yang dibudidayakan sampai ikan tangkap yang memang banyak dilakukan oleh nelayan. Jika melihat aturan internasional, jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari atau hanya 5,12 juta ton per tahun. Persebaran yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil ikan tangkap di Indonesia banyak di bagian Indonesia bagian Barat dan Timur dibandingkan bagian tengah Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh aliran air yang memang tinggi pada area Barat dan Timur. Untuk laut Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman 75 meter, anda bisa menemukan ikan kecil ataupun ikan konsumsi seperti pelagis kecil. Namun berbeda kondisinya dengan Indonesia Timur dengan kedalaman laut bisa mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang yang rasanya tentu luar biasa. Anda juga bisa menemukan hewan lain seperti udang, dan juga lobster di kedua tempat tersebut dengan potensi menengah. 



2. Terumbu KarangApa anda pernah mendengar bahwa terumbu karang di Indonesia yang paling beragam dan indah? hal ini termasuk kedalam sumber daya laut yang ada dan tidak bisa diciptakan oleh manusia. Di Indonesia luas terumbu karang Indonesia mencapai 284.300 km2 atau 18% dari terumbu karang yang ada di dunia. Berdasarkan presentase kekayaannya tentu masyarakat bisa memanfaatkan terumbu karang sebagai tempat tinggal banyak hewan dibawah laut dan tentu saja harus dilestarikan. Banyak orang yang tidak tahu bahwa terumbu karang bisa menjadi rumah atau tempat perlindungan banyak flora dan fauna bawah laut. Dengan adanya terumbu karang, didalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 590 jenis karang, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Bayangkan jika tidak ada terumbu karang? maka banyak hewan laut yang tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan tentu saja keindahan yang tidak bisa didapatkan dimanapun tidak akan bisa anda lihat. 



 3. Hutan Mangrove Jika sumber daya laut hanya ada hutan mangrove maka anda salah mengartikannya. Selain fauna yang bisa anda temukan dan konsumsi. Nyatanya ada hutan mangrove yang tumbuh subur di sekitar lautan Indonesia, khususnya di pesisir pantai. Karena ombak dan intensitas air laut yang berbeda di setiap tempat seringkali menciptakan abrasi atau terkikisnya daratan di dekat lautan karena benturan air. Akibatnya? Tentu saja daratan yang semakin sedikit dan sulitnya menjadi tempat manusia tinggal. Untuk itu adanya mangrove dan pemanfaatannya membawa energi baik dan dampak positif bagi laut. Pertama dengan adanya mangrove memberikan kekuatan pada tanah disekitar laut agar lebih kuat dan juga solid, sehingga tidak mudah runtuh atau terkikis. Selanjutnya fungsi hutan mangrove untuk menciptakan ekosistem baru yang membawa banyak hewan dan tumbuhan tumbuh disekitarnya, bahkan bisa dimanfaatkan manusia. Mangrove juga bisa melindungi laut dari dampak pemanasan global. Terakhir tentu menyumbangkan lebih banyak oksigen di sekitar laut dan kayu dapat dimanfaatkan oleh manusia. Menurut UNESCO, berikut persebaran mangrove yang ada di laut Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar